Pages

Jumat, 16 Oktober 2015

Makalah Logika tentang Berpikir Ilmiah



BAB I
PENDAHULUAN

1.1  Latar Belakang

Dalam sebuah bangunan, struktur terpenting di dalamnya adalah sebuah pondasi, sesuatu yang menjadi pokok terbangunnya sebuah bangunan. Adanya bangunan yang kokoh di karenakan adanya sebuah pondasi. Begitu pula dengan berpikir ilmiyah, dalam mencari sebuah kebenaran di dalamnya di butuhkan adanya sebuah asas atau pokok untuk menemukannya.
Tidak cukup dengan itu, di dalamnya juga ada hal-hal penting yang harus di penuhi, agar dalam langkah-langkah pencariannya terstruktur dan lebih mudah. Untuk lebih jelasnya, pemakalah akan membahas lebih lanjut pada bab bab berikutnya tentang apa yg di namakan asas berpikir, metode berpikir dan fungsi ilmu.


1.2   Rumusan Masalah
a.       Apa pijakan dasar keilmuan dalam filsafat?
b.      Bagaimana metode berpikir ilmiah?
c.       Apa fungsi ilmu?
1.3   Tujuan Penulisan
a.       Mengetahui pijakan dasar keilmuan dalam filsafat
b.      Mengetahui metode berpikir ilmiah
c.       Memahami fungsi ilmu







BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Pijakan dasar keilmuan dalam filsafat
Ilmu meliputi pengetahuan maupun cara yang di kembangkan manusia dalam mencapai tujuan tersebut. Baik berupa pengetahuan (yang merupakan produk ilmu) maupun cara (proses dari ilmu) terdiri dari berbagai jalan dam langkah. Dalam aktifitas keilmuan tentu ada pijakan-pijakan dasar untuk menghasilkan ilmu itu sendiri.
Dalam aktivitas berpikir kita tidak boleh melalaikan patokan pokok yang oleh logika disebut asas berpikir.
Asas sebagaimana kita ketahui adalah pangkal atau asal darimana sesuatu itu muncul dan dimengerti. Maka asas pemikiran adalah pengetahuan dimana pengetahuan itu muncul dan dimengerti. Kapasitas asas ini bagi kelurusan berpikir adalah mutlak., dan salah benarnya suatu pemikiran tergantung terlaksana tidaknya asas-asas ini. Ia adalah dasar daripada  pengetahuan dan ilmu. Asas pemikiran ini dapat dibedakan menjadi:
1.      Asas identitas (princium identitas = qanun zatiyah).
Ia adalah dasar dari semua pemikiran dan bahkan asas pemikiran yang lain. Kita tidak mungkin dapat berpikir tanpa asas ini. Prinsip ini mengatakan bahwa sesuatu itu adalah sendiri bukan yang lainnya. Jika kita mengakui bahwa sesuatu itu Z maka ia adalah Z dan bukan A, B atau C. Bila kita beri perumusan akan berbunyi: “Bila proposisi itu benar maka benarlah ia”.
2.      Asas kontradiksi (principium contradictoris = qanun tanaqud).
Prinsip in mengatakan bahwa pengingkaran sesuatu tidak mungkin sama dengan pengakuannya.Jika kita mengakui bahwa sesuatu itu bukan A maka tidak mungkin pada saat itu ia adalah A, sebab realitas ini hanya satu segi bagaimana disebut oleh asas identitas. Dengan kata lain: Dua kenyataan yang kontradiktif tidak mungkin bersama-sama secara simultan. Jika hendak kita rumuskan, akan berbunyi: “Tidak ada proposisi yang sekaligus benar dan salah”.
3.      Asas penolakan kemungkinan ketiga (principium exclusitertii = qanun imtina)
Asas ini mengatakan bahwa antara pengakuan dan pengingkaran kebenaranya terletak pada salah satunya. Pengakuan dan pengingkaran merupakan pertentangan mutlak, karena itu disamping idak mugki benar keduanya juga tidak mungkin salah keduanya. Mengapa tidak mungkin salah kedua-duanya? bila pertanyaan dalam bentuk positivnya salah berarti ia mengingkari realitasnya, atau dengan kata lain realitas ini bertentangan dengan pernyataannya. Dengan begitu maka pernyataan berbentuk ingkarlah yang benar, karena inilah yang sesuai dengan realitas. juga sebaliknya, jika pernyataan ingkarlah salah, berarti ia mengingkari realitasnya maka pernyataan postivnya yang benar, karena ia sesuai dengan realitasnya. Pernyataan kontradiktoris kebenarannya terdapat pada salah satunya (tidak memerlukan kemungkinan ketiga). Jika kita rumuskan , akan berbunyi “suatu propoisi selalu dalam keadaan benar atau salah”.[1]

2.2 Metode Berfikir Ilmiah

1. Pengertia Metode Berpikir Ilmiah
Berpikir adalah adalah suatu aktivitas untuk menemukan pengetahuan yang benar atau kebenaran.[2]
      Berpikir ilmiah adalah metode berfikir yang di dasarkan pada logika deduktif dan induktif (Mumuh mulyana Mubarak, SE). Berfikir ilmiah adalah berfikir yang logis dan empiris. Logis: masuk akal, empiris, dibahas secara mendalam berdasarkan fakta yang dapat dipertanggung jawabkan. (Hilway,1956)
      Berpikir ilmiah adalah kegiatan akal yang menggabungkan induksi dan deduksi. Induksi adalah cara berpikir yang di dalamnya kesimpulan yang bersifat umum ditarik dari pernyataan-pernyataan atau kasus-kasus yang bersifat khusus, sedangkan, deduksi ialah cara berpikir yang di dalamnya kesimpulan yang bersifat khusus ditarik dari pernyataan-pernyataan yang bersifat umum.[3]
      Berfikir ilmiah merupakan proses berfikir/pengembangan pikiran yang tersusun secara sistematis yang berdasarkan pengetahuan-pengetahuan ilmiah yang sudah ada (Eman Sulaeman)
Berpikir imiah bukanlah berpikir biasa. Berpikir ilmiah adalah berpikir yang sungguh-sungguh. Artinya, suatu cara yang berdisiplin, di mana seseorang yang tidak akan membiarkan ide dan konsep yang sedang dipikirkannya berkelana tanpa arah namun semuanya itu diarahkan pada satu tujuan tertentu. Tujuan tertentu dalam hal ini adalah pengetahuan. Berpikir keilmuan, atau berpikir sungguh-sungguh adalah cara berpikir yang didisiplinkan dan diarahkan kepada pengetahuan.
Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia disebutkan, bahwa metode adalah cara yang teratur dan terpikir baik-baik untuk mencapai maksud (dalam ilmu pengetahuan) atau cara kerja yang bersistem untuk memudahkan pelaksanaan suatu kegiatan guna mencapai tujuan yang ditentukan.
Terhadap cara untuk mengetahui dan memahami sesuatu, Babbie (1992) berpendapat: “science is method of inquiry-away of learning and knowing things about the world around us”. Dengan demikian untuk memahami dan mempelajari sesuatu yang terjadi di sekeliling kita terdapat banyak cara. Walaupun demikian ilmu tetap memiliki ciri tertentu, yang sesungguhnya ciri tersebut berada dalam  berbagai aktivitas yang dilakukan sehari-hari.[4]



1.      Sarana berpikir ilmiah
Manusia disebut sebagai homo faber yaitu makhluk yang membuat alat; dan kemampuan membuat alat dimungkinkan oleh pengetahuan. Berkembangnya pengetahuan juga memerlukan alat-alat.[5]
Sarana merupakan alat yang membantu kita dalam mencapai suatu tujuan tertentu, sedangkan sarana berpikir ilmiah merupakan alat bagi metode ilmiah dalam melakukan fungsinya secara baik, dengan demikian fungsi sarana ilmiah adalah membantu proses metode ilmiah, bukan merupakan ilmu itu sendiri.[6]
Dalam proses penelitian harus memperhatikan dua hal, pertama sarana berpikir ilmiah bukan merupakan kumpulan ilmu, tetapi merupakan kumpulan pengetahuan yang didapatkan berdasarkan metode ilmiah. Kedua tujuan mempelajari sarana berpikir ilmiah adalah untuk memungkinkan menelaah ilmu secara baik ( Suwardi Endraswara : 2012 : 228 ).
Dari penjelasan tersebut maka dapat disimpulkan bahwa sarana berpikir ilmiah adalah alat berpikir dalam membantu metode ilmiah sehingga memungkinkan penelitian dapat dilakukan secara baik dan benar. 

Untuk dapat melakukan kegiatan berpikir ilmiah dengan baik maka di perlukan sarana yang berupa bahasa, logika, matematika dan statistika. Bahasa merupakan alat komunikasi ferbal yang di pakai dalam seluruh proses berpikir ilmiah . Sarana berpikir ilmiah mempunyai metode tersendiri yang berbeda dengan metode ilmiah dalam mendapatkan pengetahuannya, sebab fungsi sarana ilmiah adalah membantu proses metode ilmiah, bukan merupakan ilmu itu sendiri.




2.      Model dan Kriteria Metode Berpikir Ilmiah
Ditinjau dari sejarah berpikir manusia, terdapat dua pola berpikir ilmiah. Yang pertama adalah berpikir secara rasional, di mana berdasrkan paham rasionalisme ini, ide tentang kebenaran sebenarnya sudah ada. Dengan kata lain, ide tentang kebenaran, yang menjadi dasar bagi pengetahuan, diperoleh lewat berpikir rasional, terlepas dari pengalaman manusia.
Cara berpikir ilmiah yang kedua adalah empirisme. Berbeda dengan orang-orang yang berpikir secara rasional. Menurut orang-orang yang berpaham empirisme ini, pengetahuan ini tidak ada secara apriori di benak kita, melainkan harus diperoleh lewat pengalaman.
Adapun kriteria metode berpikir ilmiah antara lain:
a.       Berdasarkan fakta
b.      Bebas dari prasangka
c.       Menggunakan prinsip-prinsip analisis
d.      Menggunakan hipotesis
e.       Menggunakan ukuran objektif
f.        Menggunakan teknik kuantifikasi.[7]

3.2 Fungsi Ilmu
Ilmu sebagai aktivitas ilmiah dapat berwujud penelaanhan, penyelidikan, usaha menemukan atau pencarian. Oleh karena itu, pencarian biasanya di lakukan berulang kali, maka dalam dunia ilmu kini digunakan istilah penelitian untuk aktivitas ilmiah yang paling berbobot guna menemukan pengetahuan baru.[8]
Ilmu merupakan salah satu hasil dari usaha manusia untuk memperadab dirinya. Lebih dari seribu tahun, lewat berbagai kurun zaman dan kebudayaan, ketika manusia merenung dalam-dalam tentang apa artinya menjadi seorang manusia, secara lambat laun mereka sampai pada kesimpulan bahwa mengetahui kebenaran adalah tujuan yang paling utama dari manusia. Perkembangan ilmu pada waktu lampau dan sekarang merupakan jawaban dari rasa keinginan manusia untuk mengetahui kebenaran.[9] Pengertian tentang salah satu dari cirri utama ilmu yakni bahwa ilmu mempunyai sifat mengoreksi diri sendiri.
Fungsi ilmu dalam kehidupan memang sangat penting karena dengan ilmu pengetahuan maka hidup menjadi mudah, contoh nyatanya adalah seringkali kita mendengar cerita tentang seseorang yang mendapatkan harta banyak secara mendadak namun karena tidak mempunyai ilmu yang cukup dalam mengelolalanya maka secara cepat harta tersebut habis entah kemana, sebaliknya seseorang dari keluarga miskin dengan semangat mencari ilmu tinggi maka besar kemungkinan dikemudian hari akan mendapatkan harta berlimpah ketika sudah mempraktekan ilmunya. begitulah gambaran tentang arti pentingnya sebuah ilmu sehingga kita diwajibkan untuk mencari ilmu sejak lahir sampai masuk ke liang kubur, namun tujuan akhir hidup kita sebenarnya tentu bukanlah untuk mencari ilmu maupun harta tapi bagaimana mempergunakan segala fasiltas kehidupan yang ada untuk kelancaran ibadah sehingga dapat menjadi manusia yang bermanfaat bagi diri sendiri maupun sesama. berikut ini beberapa hal tentang arti penting sebuah ilmu.
1.      Ilmu merupakan sesuatu yang sangat berharga, tidak berat dalam membawanya serta akan terus bertambah apabila diajarkan atau diamalkan.
2.      Dalam berkata-kata dan beramal harus menggunakan ilmu yang cukup tentang tindakan tersebut sehingga tidak menimbulkan kesalahan. orang yang beramal tanpa menggunakan ilmu bisa diibaratkan sedang berjalan pada arah yang tidak jelas sehingga kemungkinan besar akan tersesat entah kemana.
3.      Ilmu adalah alat untuk menuju hidup bahagia, sudah kita ketahui sebelumnya bahwa tubuh manusia selain terdiri dari jasmani juga ada rohani, jika jasmani membutuhkan makan minum maka rohani kita juga membutuhkan ilmu.
4.      Ilmu ibarat sebuah cahaya yang rmenerangi kita dari kegelapan, bisa dibayangkan apabila cahaya itu padam maka pandangan kita menjadi gelap tanpa penerangan dalam melakukan aktifitas.
5.      Untuk menjadi bahan pengetahuan dalam menciptakan suatu barang atau produk yang dapat memudahkan aktifitas kehidupan manusia.
6.      Untuk menganalisa dan memperkirakan hubungan sebab akibat pada setiap kejadian sehingga bisa memutuskan untuk dapat menempuh langkah terbaik.
7.      Ilmu juga digunakan oleh seorang guru sebagai pedoman dan bahan dalam mengajarkan ilmunya kepada orang lain.
8.      Sebagai pedoman dalam membedakan mana yang baik dan jelek.
9.      Untuk memberikan sintesis, yaitu suatu pandangan yang bergandengan
10.  Memberikan penjelasan tentang kenyataan seluruhnya timbul dari hasrat manusia (obyektif), akan pengetahuan yang lebih mendasar.[10]





BAB III
PENUTUP
3.1  KESIMPULAN
Ilmu meliputi pengetahuan maupun cara yang di kembangkan manusia dalam mencapai tujuan tersebut. Baik berupa pengetahuan (yang merupakan produk ilmu) maupun cara (proses dari ilmu) terdiri dari berbagai jalan dam langkah. Dalam aktifitas keilmuan tentu ada pijakan-pijakan dasar untuk menghasilkan ilmu itu sendiri.sedangkan asas pemikiran adalah pengetahuan dimana pengetahuan itu muncul dan dimengerti.
Asas pemikiran ini dapat dibedakan menjadi tiga,yaitu:
1.       Asas identitas (princium identitas = qanun zatiyah).
Ia adalah dasar dari semua pemikiran dan bahkan asas pemikiran yang lain.
2.       Asas kontradiksi (principium contradictoris = qanun tanaqud).
Prinsip in mengatakan bahwa pengingkaran sesuatu tidak mungkin sama dengan pengakuannya.
3.       Asas penolakan kemungkinan ketiga (principium exclusitertii = qanun imtina)
Asas ini mengatakan bahwa antara pengakuan dan pengingkaran kebenaranya terletak pada salah satunya. Pengakuan dan pengingkaran merupakan pertentangan mutlak, karena itu disamping tidak mugkin benar keduanya juga tidak mungkin salah keduanya.
      Berpikir ilmiah adalah kegiatan akal yang menggabungkan induksi dan deduksi. Induksi adalah cara berpikir yang di dalamnya kesimpulan yang bersifat umum ditarik dari pernyataan-pernyataan atau kasus-kasus yang bersifat khusus, sedangkan, deduksi ialah cara berpikir yang di dalamnya kesimpulan yang bersifat khusus ditarik dari pernyataan-pernyataan yang bersifat umum.Untuk dapat melakukan kegiatan berpikir ilmiah dengan baik maka di perlukan sarana yang berupa bahasa, logika, matematika dan statistika.
Adapun kriteria metode berpikir ilmiah antara lain:
1.      Berdasarkan fakta
2.      Bebas dari prasangka
3.      Menggunakan prinsip-prinsip analisis
4.      Menggunakan hipotesis
5.      Menggunakan ukuran objektif
6.      Menggunakan teknik kuantifikasi.

Fugsi ilmu diantarnya  merupakan salah satu hasil dari usaha manusia untuk memperadab dirinya. Fungsi ilmu dalam kehidupan memang sangat penting karena dengan ilmu pengetahuan maka hidup menjadi mudah.
Berikut ini adalah  arti penting sebuah ilmu :
1.      Ilmu merupakan sesuatu yang sangat berharga, tidak berat dalam membawanya serta akan terus bertambah apabila diajarkan atau diamalkan.
2.      Dalam berkata-kata dan beramal harus menggunakan ilmu yang cukup tentang tindakan tersebut sehingga tidak menimbulkan kesalahan. orang yang beramal tanpa menggunakan ilmu bisa diibaratkan sedang berjalan pada arah yang tidak jelas sehingga kemungkinan besar akan tersesat entah kemana.
3.      Ilmu adalah alat untuk menuju hidup bahagia, sudah kita ketahui sebelumnya bahwa tubuh manusia selain terdiri dari jasmani juga ada rohani, jika jasmani membutuhkan makan minum maka rohani kita juga membutuhkan ilmu.
4.      Ilmu ibarat sebuah cahaya yang rmenerangi kita dari kegelapan, bisa dibayangkan apabila cahaya itu padam maka pandangan kita menjadi gelap tanpa penerangan dalam melakukan aktifitas.
5.      Untuk menjadi bahan pengetahuan dalam menciptakan suatu barang atau produk yang dapat memudahkan aktifitas kehidupan manusia.
6.      Untuk menganalisa dan memperkirakan hubungan sebab akibat pada setiap kejadian sehingga bisa memutuskan untuk dapat menempuh langkah terbaik.
7.      Ilmu juga digunakan oleh seorang guru sebagai pedoman dan bahan dalam mengajarkan ilmunya kepada orang lain.
8.      Sebagai pedoman dalam membedakan mana yang baik dan jelek.
9.      Untuk memberikan sintesis, yaitu suatu pandangan yang bergandengan
10.  Memberikan penjelasan tentang kenyataan seluruhnya timbul dari hasrat manusia (obyektif), akan pengetahuan yang lebih mendasar

3.2  Analisis kritis
Sebagaimana yang sudah dijelaskan diatas bahwa ilmu adalah sesuatu yang dikembangkan sesorang untuk mencapai tujuannya,baik itu berupa pengetahuan ataupun cara.
Untuk menghasilkan suatu ilmu itu  tidak lepas dari pijakan pijakan dasar atau juga bisa dikatakan sebagai asas pemikiran,yang mana itu merupakan dimana suatu pengetahuan tersebut muncul dan dimengerti.
Sedangkan Asas pemikiran itu sendiri dapat dibedakan menjadi tiga macam,yaitu:
1.      Asas identitas (princium identitas = qanun zatiyah).
Yang dimaksud dengan asas identitas adalah asas/dasar dari berbagai macam pemikiran ,bisa juga disebut sebagai asas pokok.
2.      Asas kontradiksi (principium contradictoris = qanun tanaqud).
Yang dimaksud dengan asas kontradiksi adalah yang mana bahwa suatu pengingkaran itu tidak akan sama dengan pengakuannya.
3.      Asas penolakan kemungkinan ketiga (principium exclusitertii = qanun imtina).
Yang dimaksud dengan asas yang satu ini adalah dimana bahawa diantara suatu pengakuan dan pengingkaran itu pasti kebenarannya terletak pada salah satunya,baik itu di pengakuan ataupun pengingkaran,karena yang dinamakan pengakuan dan pengingaran merupakan suatu pertentanngan yang sangat muthlaq.jadi tidak mungkin  jika benar ataupun salah kedua duanya.

Berpikir ilmiah merupakan suatu proses aktifitas akal yang memadukan antara sesutau yang berbalik,yakni gabungan antara deduksi dan induksi.deduksi itu sendiri artinya adalah metode berfikir yang mana mengunakan kesimpulan yang sifatnya khusus yang ditarik atas pernnyataan –pernyatan yang sifatnya umum.
sedangkan induksi itu sendiri adalah kebalikan daripada deduksi, maksudnya adalah kesimpulan yang sifatnya umum kemudian ditarik atas pernyataan atau problem – problem yang bersifat khusus .
Agar berfikir ilmiah itu bisa dilakukan dengan sempurna maka diperlukan suatu sarana,dan sarana tersebut adalah berupa :
1.      Bahasa
2.      logika
3.      Matematika
4.      Statistika.

Untuk metode berpikir ilmiah dibedakan menjadi berbagai kriteria,antara lain :
1.      Berdasarkan fakta/nyata
2.      Bebas dari prasangka
3.      Menggunakan prinsip-prinsip analisis
4.      Menggunakan hipotesis
5.      Menggunakan ukuran objektif
6.      Menggunakan teknik kuantifikasi.

Ilmu sangat berperan penting bagi kehidupan manusia,karena ilmu merupakan suatu sarana diamana seseorang mampu mencapai titik puncak budi pekerti yang luhur,dan dengan ilmu pula kehidupan itu semakin mudah,karena sesuatu itu tak lepas dari ilmu.
Mengingat begitu pentingnya ilmu berarti begitu banyak pula manfaat /fungsi daripada ilmu itu sendiri ,Diantaranya fungsi adalah :
1.      Ilmu merupakan suatu yang sangat tidak merugikan kita,karena ilmu itu tidak berat dalam membawanya serta manfaat/trus bertambah  jika dimalkan.
2.      Disetiap langkah kita tidak lepas dari yang namannya ilmu,karena disetiap ucapan dan perbuatan kita harus menggunakan ilmu yang sangat cukup tentang hal itu,agar disetiap ucapan atau perbuatan yang telah kita lakukan tidak menimbulkan kesalahan,karena ada sebuah pepatah yang mengatakan bahwa orang yang beramal tanpa menggunakan ilmu itu ibarat sedang berjalan pada arah yang tidak jelas,sehingga tidak sedikit kemungkinan akan tersesat.
3.      Sudah kita ketahui sebelumnya bahwa manusia itu terdiri bukan hanya terdiri dari komponen jasmani saja,namun juga tidak lepas dari rohaninya,jika jasmani membutuhkan makan dan minum,maka rohanipun juga butuh ilmu.

4.      Ilmu ibarat sebuah cahaya yang rmenerangi kita dari kegelapan, bisa dibayangkan apabila cahaya itu padam maka pandangan kita menjadi gelap tanpa penerangan dalam melakukan aktifitas.
5.      Untuk menjadi bahan pengetahuan dalam menciptakan suatu barang atau produk yang dapat memudahkan aktifitas kehidupan manusia.
6.      Untuk menganalisa dan memperkirakan hubungan sebab akibat pada setiap kejadian sehingga bisa memutuskan untuk dapat menempuh langkah terbaik.
7.      Ilmu juga digunakan oleh seorang guru sebagai pedoman dan bahan dalam mengajarkan ilmunya kepada orang lain.
8.      Sebagai pedoman dalam membedakan mana yang baik dan jelek.
9.      Untuk memberikan sintesis, yaitu suatu pandangan yang bergandengan
10.  Memberikan penjelasan tentang kenyataan seluruhnya timbul dari hasrat manusia (obyektif), akan pengetahuan yang lebih mendasar

      .


[1] Mundiri, Logika (Jakarta: PT Raja Grafindo Persada 1998) hal. 10
[2] Salam, Burhanuddin, Logika Materiil, (Jakarta: PT Rineka Cipta 2003) hal. 139
[3] Ibid, hal 134
[4] Adib, D. H., Filsafat Ilmu,( Yogyakarta: Pustaka Pelajar 2011) hal.130
[5] Jujun S. Suriassumantri,  Filsafat Ilmu; Sebuah Pengantar Populer, (Jakarta :Pustaka Sinar Harapan 2009) hal. 165
[6] Suwardi Endraswara,  Filsafat Ilmu,( Yogyakarta : CAPS 2012) hal 228
[7] Adib M, D. M., Filsafat Ilmu, (Yogyakarta: Kanisius 2011) hal. 137
[8] A. Fuad Ihsan, Filsafat Ilmu, ( Jakarta : PT Rineka Cipta 2010) hal. 109
[9] Jujun S. Suriasumantri, Ilmu dalam Perspektif, ( Jakarta : Pustaka Obor 2012) 146
[10] Amsal Bakhtiar, Filsafat Ilmu, (Jakarta : PT RajaGrafindo Persada 2004) 18

1 komentar:

  1. Harrah's Philadelphia Casino & Racetrack - JetBlue
    Harrah's Philadelphia Casino 제주도 출장마사지 & Racetrack locations, rates, amenities: 김제 출장마사지 expert Philly research, only at Hotel 강원도 출장안마 and 김제 출장마사지 Travel Index. 충청남도 출장샵

    BalasHapus