KATA PENGANTAR
Puji
syukur kami panjatkan kepada Allah yang Maha Esa karena berkat dan rahmatNya
sehingga saya bisa menyelesaikan makalah yang berjudul “MENGENAL AL-QURAN”.Tidak
lupa juga saya mengucapkan terima kasih kepada Dosen Dr.H.Abdul Kadir,MA
yang telah membimbing dan mengajari saya dalam pengerjaan makalah. Dan
teman-teman serta senior
yang ikut membantu saya
memberikan pengarahan,kritik,dan saran dalam pembuatan
makalah ini.
Manusia juga tidak luput dari kesalahan.Demikian pula Saya
menyadari bahwa dalam pembuatan makalah ini masih banyak kekurangan yang jauh
dari kata sempurna baik dalam tata bahasa, isi maupun lainnya. Oleh karena itu,
penulis mengharapkan kritik dan saran dari pembaca yang bersifat membangun demi
menyempurnakan makalah ini.
Demikian dari saya, semoga makalah
ini bermanfaat dan dapat
membantu pembaca dalam menambah pengetahuan dan membantu pembaca untuk lebih
mendalami ilmu tentang Studi Al-Qur'an terutama tentang ilmu yang berkaitan
dengan Al-Qur’an.
Surabaya,16 september 2014
DAFTAR ISI
BAB 1
PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG
Al-Quran adalah kitab suci yang
diturunkan oleh Allah ta’ala melalui malaikat jibril kepada nabi Muhammad SAW,
yang merupakan kitab suci penyempurna dari kitab-ktab Allah yang diturunkan
pada nabi dan rasul sebelum nabi Muhammad SAW.Allah menciptakan al-Quran
didunia ini hanya kepada umat nabi Muhammad SAW sebagai petunjuk untuk
menjalankan kehidupan di dunia ini.Maka Al-Quran merupakan kitab yang
berpengaruh besar terhadap pemeluk agama islam,karna didalam Al-Quran terdapat perintah
dan larangan Allah kepada umat islam.
B. RUMUSAN MASALAH
1.
Apa pengertian
Al-Quran secara estimologi dan terminologi?
2.
Apa tujuan
diturunkannya Al-Quran?
3.
Apa manfaat
Al-Quran bagi kehidupan manusia?
C. TUJUAN PENULISAN
1.
Untuk
mengetahui pengertian Al-Quran secara estimologi dan terminologi
2.
Untuk
mengetahui tujuan diturunkannya Al-Quran
3.
Untuk
mengetahui manfaat Al-Quran bagi kehidupan manusia
BAB II
PEMBAHASAN
A. PENGERTIAN AL-QUR’AN
Al-Qur’an secara etimologis berasal dari akar kata arab, yaitu qara’a yang berarti membaca. Al-Qur’an
adalah isim masdar yang diartikan
sebagai isim maf’ul, yaitu maqru’ yang berarti yang dibaca.
Pendapat lain menyatakan bahwa lafazh al-Qur’an yang berasal dari akar kata qara’a tersebut juga mempunyai arti al-Jam’u yaitu mengumpulkan dan
menghimpun. Jadi lafazh qur’an dan qira’ah berarti menghimpun dan mengumpulkan
sebagaian huruf-huruf dan kata-kata yang satu dengan yang lainnya.
Sedangkan secara terminologis banyak dikemukakan oleh para ulama
dari berbagai disiplin ilmu bahasa, kalam, ushul fiqh, dan sebagainya, dengan
redaksi yang berbeda. Menurut al-Zarqani dalam kitabnya Manahil al-Irfan fi Ulum al-Qur’an mendefinisikan:
.
“Al-Qur’an dengan lafazh yang diturunkan
kepada nabi Muhammad saw mulai dari surat al-Fatehah dan diakhiri dengan surat
an-Nas’’.
B. TUJUAN DITURUNKANNYA AL-QURAN
Agama Islam, agama yang kita anut oleh ratusan juta kaum
Muslim di seluruh dunia merupakan way of
life yang menjamin kebahagiaan hidup pemeluknya di dunia dan akhirat kelak.
Ia mempunyai sendi utama yang esensial; berfungsi memberi petunjuk ke jalan
yang sebaik-baiknya. Allah berfirman :
Artinya:
“Sesungguhnya al-Qur’an ini memberi
petunjuk menuju jalan
yang sebaik-baiknya....”(QS. al-Isra
(17) : 9)
Pertama,al-Qur’an memberikan petunjuk dalam persoalan-persoalan
akidah syari’ah, dan akhlak, dengan
meletakkan prinsip-prinsip mengenai persoalan tersebut, dan Allah menugaskan
pada Rasul saw., untuk memberikan keterangan yang lengkap mengenai dasar-dasar
itu. Kami telah turunkan kepadamu az-Dzikr(al-Qur’an)
untuk kamu terangkan pada manusia apa-apa yang diturunkan kepada mereka agar
mereka berfikir. Dengan kemampuan berfikir manusia akan lebih mudah untuk
membedakan antara yang haq dan bathil atau mana yang baik dan yang buruk.
Oleh karena itu, mempelajari al-Qur’an adalah kewajiban bagi umat manusia
seluruhnya.
Kedua,al-Qur’an diturunkan oleh Allah tidak untuk
mencelakakan yaitu seperti firman Allah yang artinya:
“Tidaklah Kami (Allah) menurunka al-Qur’an
kepada engkau (Muhammad) supaya engkau tidak celaka. Melainkan untuk menjadi
pengingat bagi orang yang takut. Diturunkan dari ayat yang menjadikan bumi dan
langit yang tinggi” (Thaha
( 20): 1-4).
Dalam
ayat ini dijelaskan bahwasannya Allah menurunkan al-Qur’an supaya nabi Muhammad
dan segenap umatnya tidak celaka, sengsara, duka nestapa, dan sebagainya.
Diturunkan tidak lain sebagai peringatan bagi orang yang takut kepadaAllah,
karena ia diturunkan oleh Dzat yang menjadikan bumi dan langit yang tinggi.
Oleh sebab itu, orang hendaknya jangan salah sangka, bahwa lantaran ikut
pimpinan al-Qur’an lalu menjadi celaka, sengsara, duka nestapa, dan susah
payah. Bahkan sebaliknya jika manusia takut kepada Allah mereka akan mendapat
kebahagiaan di dunia dan akherat.
Ketiga, al-Qur’an penyeru pertama kali kepada jalan yang lurus,
firman Allah yang artinya:
“Dan inilah Tuhanmu yang lurus, sesungguhnya
kami (Allah) telah menerangkan ayat-ayat bagi orang-orang yang suka mengambil
pelajaran.” (QS. al-An’am (6) : 126).
Dengan
ayat ini maka nabi Muhammad saw., telah bersabda yang
artinya:
“Allah telah menjadikan perumpamaan pada
jalan yang lurus diatas kanan-kiri sekeliling jalan yang ada dua pagar, yang
keduanya ada pintu-pintu terbuka, dan masing-masing ada tabirnya yang dilabuhkan, dan diatas pintu
jalan ada seorang penyeru yang berkata : Hai manuasia , hendaklah kamu masuk
bersama-sama ke jalan itu, dan janganlah kamu menyimpang.”
Adapun
jalan itu adalah al-Islam. Dan batas-batas Allah SWT dan pintu-pintu yang
terbuka itu ialah larangan-larangan Allah, dan penyeru yang ada di atas
permulaan jalan itu al-Qur’an dan yang berseru di atas ialah juru peringatan
Allah SWT yang ada dalam hati tiap-tiap orang Islam (Riwayat Iman-iman Ahmad
dan al-Hakim dan Imam al-Turmudzi juga meriwayatkan, tetapi lafadnya ada sedikit
berlainan, masing-masing dari
S.
Nawas bin Sam’an r.a.).
Hadits ini sebagai keterangan mengenai shirathal mustaqim
(jalan lurus). Yang dimaksud dengan jalan lurus di sini adalah agama Islam.
Kedua pagar/ dinding yang ada di kanan dan kiri jalan itu ialah batas-batas
atau peraturan Allah pintu-pintu yang terbuka itu ialah larangannya yang
berseru dari atas jalan itu ialah kitabnya (al-Qur’an) dan yang berseru dari
atas pintu ialah peringatannya yang senantiasa ada di dalam tiap-tiap hati
orang Islam.
Demikianlah Allah SWT menggambarkan adanya jalan yang lurus,
maka dari itu umat manusia yang hendak mengikuti pimpinan agama islam yang
sebenarnya, haruslah mengikuti seruan-Nya yaitu al-Qur’an.
C. MANFAAT AL-QURAN
Dari `Utsman bin `Affan, dari Nabi bersabda : “Sebaik-baik kalian yaitu orang yang mempelajari Al Qur`an dan
mengajarkannya.” H.R. Bukhari.
1.
Akan dikumpulkan bersama para Malaikat Allah
Dari `Aisyah Radhiyallahu `Anha berkata, Rasulullah
bersabda : “Orang yang membaca Al Qur`an dan ia mahir dalam membacanya maka ia
akan dikumpulkan bersama para Malaikat yang mulia lagi berbakti. Sedangkan
orang yang membaca Al Qur`an dan ia masih terbata-bata dan merasa berat (belum
fasih) dalam membacanya, maka ia akan mendapat dua ganjaran.” Muttafaqun `Alaihi
(Keuntungan dan kebaikan).
2.
Sebagai
syafa`at dan penyelamat di Hari Kiamat
Dari Abu Umamah Al
Bahili t berkata, saya telah mendengar Rasulullah bersabda : “Bacalah Al Qur`an !, maka sesungguhnya ia
akan datang pada Hari Kiamat sebagai syafaat bagi ahlinya (yaitu orang yang
membaca, mempelajari dan mengamalkannya).” H.R. Muslim.
3.
mendapatkan segala kenikmatan yang tiada
batasnya
Dari Ibnu `Umar,
dari Nabi bersabda : “Tidak boleh seorang
menginginkan apa yang dimiliki orang lain kecuali dalam dua hal; (Pertama)
seorang yang diberi oleh Allah kepandaian tentang Al Qur`an maka dia
mengimplementasikan (melaksanakan)nya sepanjang hari dan malam. Dan seorang
yang diberi oleh Allah kekayaan harta maka dia infaqkan sepanjang hari dan
malam.” Muttafaqun `Alaihi.
4.
Sebagai ladang pahala
Dari Abdullah bin
Mas`ud berkata, Rasulullah SAW : “Barangsiapa
yang membaca satu huruf dari Kitabullah (Al Qur`an) maka baginya satu kebaikan.
Dan satu kebaikan akan dilipat gandakan dengan sepuluh kali lipat. Saya tidak
mengatakan “Alif lam mim” itu satu huruf, tetapi “Alif” itu satu huruf, “Lam”
itu satu huruf dan “Mim” itu satu huruf.” H.R. At Tirmidzi dan berkata :
“Hadits hasan shahih”.
5.
Untuk Kedua orang tuanya mendapatkan mahkota
dan kenikmatan surga
Dari Muadz bin
Anas , bahwa Rasulullah SAW bersabda : “Barangsiapa
yang membaca Al Qur`an dan mengamalkan apa yang terdapat di dalamnya, Allah
akan mengenakan mahkota kepada kedua orangtuanya pada Hari Kiamat kelak.
(Dimana) cahayanya lebih terang dari pada cahaya matahari di dunia. Maka kamu
tidak akan menduga bahwa ganjaran itu disebabkan dengan amalan yang seperti
ini. ” H.R. Abu Daud.
BAB III
PENUTUP
KESIMPULAN
AL-QURAN merupakan pedoman bagi umat islam
yang didalamnya terdapat aturan berupa perintah dan larangan Allah SWT untuk
dijalankan. Allah
menurunkan al-Qur’an supaya nabi Muhammad dan segenap umatnya tidak celaka,
sengsara, duka nestapa, dan sebagainya. Karena itu, al-Qur’an menjadi
sangat penting bagi kita. Untuk
berpegang teguh pada pesan tersebut,yang
dibutuhkan pertama kali tentu memahami kandungannya.Al-Quran mempunyai manfaat
bagi umat muslim. Untuk tujuan itulah, maka kandungan al-Qur’an tersebut harus
dipelajari dengan mendalam.
DAFTAR PUSTAKA
Moh. Nur Ichwan, Memasuki Dunia
Al-Qur’an,(Semarang, Penerbit Lubuk Raya, 2001)
M. Quraish Shihab, Membumikan
al-Qur’an Fungsi dan Peran Wahyu dalam Kehidupan Masyarakat (Bandung, Mizan,
cet. XVII, 1998)
Moenawar Kholil, Al-Qur’an dari Masa
ke Masa,(Solo, C.V. Ramadhani, cet. VI, 1985)
Al-Qattan,
Manna Khalil.Studi Ilmu-Ilmu Al-Quran (Bogor,Pustaka Litera Antar Nusa,2013)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar